Minggu, 28 Agustus 2016

Bawa Aku Kesana


Bawa aku kesana, ketempatmu yang sepertinya sangat bahagia jika kulihat dari tempatku berdiri.
Bawa aku kesana, ketempatmu dimana aku tidak mengerti sama sekali apa yang sedang terjadi.
Bawa aku kesana, ketempatmu yang selalu ingin kujelajahi, kugali dan ku kenali. Tapi kau tak berkenan sedikitpun. Menuntunku satu langkahpun kau tak mau.

Kita selalu bahagia, di dalam khayalanku.

Aku kehilangan kita yang dulu, kita yang baik-baik saja. Kita yang sedang rumit sekarang ini, aku tidak sanggup. Aku melangkah sendiri di perjalanan bisu, tanpa arah, tanpa batas. Terengah-engah mengikutimu yang menghilang entah kemana.
Berteriak memohon kepadamu agar kembali. Hingga aku kehabisan tenaga, hingga nafasku sesak. Tapi tak ada apapun. Bisik suaramupun tak ku dengar lagi.
Kembalilah seperti dulu, menjadi cahaya pagi yang hangat. Kembalilah menjadi angin yang berhembus mesra disekitarku. Kembalilah menjadi apapun yang kusukai.
Aku merindukanmu seperti ini, aku menyesalimu segila ini.



Aku masih mencintaimu,
dengan segenap kehancuranku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar