Jumat, 09 Oktober 2015
Bintang
Aku hanya takut Tuan, kamu sama saja seperti yang lain, pergi disaat aku sedang jatuh cinta padamu, pergi disaat aku mulai tak bisa bernafas jika tak mengawali hari tanpa sapaanmu.
Aku hanya takut Tuan, kamu sama seperti yang lain, menjadikanku sebagai pilihan, bukan tujuan.
Aku hanya takut Tuan, kamu sama saja seperti yang lain, membuatku beranggapan bahwa semua kebaikan dan perhatianmu adalah caramu mencintaiku, tapi aku pikir itu adalah caramu untuk menyenangkanku saja.
Setiap detik waktu yang kujalani aku merasa diliputi rasa takut, aku hanya tidak mau jatuh di lubang yang sama dengan cara yang sama dan aku akan lebih membenci kenyataan jika kali ini kau adalah pelakunya.
Tuan, pastikan dengan apapun cintaku adalah yang terbaik. Jika katamu aku adalah bulan maka benar kau adalah bintang. Dan seharusnya kita memang harus bersama. Pernahkah kau melihatku menggandeng matahari? Pernahkah kau melihatku merengkuh awan untuk menutupi diriku darimu. Aku akan selalu bersamamu, mengikuti gelapnya langit saat bergeser setiap detiknya. Kita bergerak beriringan bersama, biarkan gelap malam menyelimutiku karena dengan begitu sinarmu terpancar ke setiap sudut tempat.
Tuan aku berharap kau akan terus menjadi bintang kelu yang selalu kupuja secara diam-diam, kukagumi dalam kebisuan. Aku bulan semu tak akan kemanapun selama kau masih berkelip di sisiku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar